Raihana Azka Philiadesfa

Selamatkan bumi dengan senyuman [^_^]

Satu tahun usiaku

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin…

Segala puji bagi Allah yang telah membuatku sampai pada titik ini
Dengan segala pernak-pernik kisah hidupku

Syukur-ku pada Allah yang telah menganugerahkan Ayah dan Bunda yang selalu sayang padaku
Yang selalu merawatku
Yang senantiasa menjagaku
Yang tak pernah lepas menggodaku
Yang gak pernah lelah dengan ulahku

Harapku semoga Ayah dan Bunda tetap sehat dan kuat
Agar dapat selalu temaniku bermain
Agar selalu ku dipeluk Ayah dan Bunda
Agar senantiasa ku jumpa senyum Ayah dan Bunda
Agar aku tumbuh menjadi Raihana…
Menjadi Bunga Surga untuk Ayah dan Bunda…

Aku sayang Ayah dan Bunda……………………………

ayang_laptop2
——————————–
Ayah………..
Bunda………………….
Gi pain…???
——————————–
########## keren kan Aku dah bisa maen leptop😀 ##########

February 18, 2009 Posted by | Uncategorized | | 5 Comments

Tujuh bulan sudah

Alhamdulillahirabbil ‘aalamiin…

Hari ini genap tujuh bulan aku menghirup udara segar yang selalu disediakan Allah untukku…
Tujuh bulan sudah jantungku berdetak memompa darah ke seluruh tubuhku, tentunya atas ijin Allah yang Maha Kuasa

Tujuh bulan pula sudah aku merepotkan Ayah dan Bunda, dengan segala perilaku dan ‘kenakalan’ku
Bangun di tengah malam, entah mengajak bermain atau sekedar ingin menyusu
Sering ku tak sabar saat menunggu Bunda siap dengan ‘pabrik’ ASInya, walau hanya beberapa detik
Tak terhitung pula seberapa sering aku berulah saat mulai mengantuk, bukannya langsung tidur saat disusui Bunda, tapi justru aku menangis dan minta digendong berputar-putar, tak ketinggalan yang menggendong harus sambil berayun-ayun…

Rasanya tak sanggup ku urai semua hal telah merepotkan banyak orang…
Tak kan sanggup ku membalas semuanya…
Hanya senyum mungil dan tawa kecil yang dapat kuberikan

Ayah…Bunda…terimakasih untuk semuanya
Semoga Ayah dan Bunda selalu dalam naungan rahmat dan ridho Allah
Agar aku dapat belajar…
Agar aku tumbuh menjadi Raihana, Bunga Surga bagi Ayah dan Bunda…
Aku sayang Ayah dan Bunda…
Aku sayang semuanya…

——————————————————————–
Syukur-ku pada Allah yang telah membuat semuanya menjadi seperti sekarang, dengan segala pernak-pernik dan lika-liku hidupku.
Subhanallah…walhamdulillaah…wa laa ilaaha illallaah…wallaahu akbar…

September 17, 2008 Posted by | Uncategorized | | 6 Comments

Rekor baru minum ASIP

Senin kemarin ( 30/06/2008 ) Aku bikin rekor baru konsumsi ASIP. Ayah ma Bunda sebenarnya dah yakin klo hari Senin itu Aku pasti cukup dengan stok ASIP yang ada, bahkan bisa lebih, tapi ternyata…!!
Stok ASIP yang 620 ml itu habis semua, bahkan masih nambah sufor (..hiks..) 60 ml (yang akhirnya sisa 20 ml), berarti total konsumsi 660 ml sejak jam 7:30 s.d. 17:30

Bunda…Ayah…minta ASIP lagi…..
(wak…wak…wak….)

**Aku sekarang udah pinter ketawa ngekek lho**

# sufor : susu formula

July 1, 2008 Posted by | asi | , , | 2 Comments

Senangnya ditemani Ayah & Bunda

Hari ini aku seneng banget, soalnya Ayah n Bunda dirumah aja seharian. Jelas aja seneng, bisa dimandiin Bunda, digendong-manja ma Ayah, b’canda ma Ayah n Bunda dan yang paling seneng karna hari ini gak pake minum sufor, soalnya kan Bunda selalu ready dengan ‘pabrik’ ASInya.

Hari ini Nenek juga pasti seneng banget, karna Aku gak pake ngamuk, maklum deh sekarang-sekarang ini, semenjak Ayah n Bunda beraktivitas Aku juga jadi doyan ngamuk. Tapi hari ini jadi libur karna ada Ayah ‘sang pawang’ dan Bunda dengan ‘pabrik’ ASInya😉

Hmm..besok hari Minggu, Bunda masih libur tapi Ayah mau ke warnet katanya, soalnya ada Om Surya dari Jakarta.
Andai saja semua hari adalah hari libur…..

May 31, 2008 Posted by | Uncategorized | , , | 6 Comments

Tabungan ASIP kritis

Hari ini hari ke 3 akan kulalui dengan tabungan ASIP yang kritis.
Cuma ada 250ml, padahal dalam 1 hari selama bunda di kantor aku bisa minum 450-550 ml.
Hari ini juga adalah hari ke 3 Ayah jadi ‘tukang anter’ ASIP, karena stok yang kurang jadi Ayah harus selalu ready untuk anter ASIP hasil pump Bunda di kantor.
Aku kcian ma Ayah & Bunda, dah capek-capek kerjasama agar dapet ASIP yang cukup tapi nyatanya kurang juga, seperti kemarin, aku bisa rasain klo Ayah & Bunda seediiiiiiih banget karna aku terpaksa minum sufor.
Doaku, moga Ayah & Bunda diberi kekuatan dan kesehatan yang prima oleh Allah, agar aku bisa terus dapat ASI & ASIP sampe minimal usia 6 bulan.
Amiin…

Ayah…Bunda…tetap semangat ya…!

Note :
ASIP = Air Susu Ibu Perah, artinya ASI yg diperah oleh Bunda, jadi bisa disajikan saat Bunda sedang berada di kantor atau berpergian keluar rumah/kota. Untuk menjaga kualitas ASIP, sebaiknya disimpan di kulkas. Jika disimpan di kulkas bagian bawah maka ASIP dapat bertahan hingga 5-7 hari, tergantung pada suhu kulkas. Sedangkan kalo disimpan di kulkas bagian atas (freezer) bisa bertahan sampe 3 bulan.

May 28, 2008 Posted by | asi | , , | 5 Comments

Namaku Raihana

Namaku Hana, Raihana Azka Philiadesfa lengkapnya. Berat 2.2kg, tinggi 45cm.
(Ayah dan Bunda sering panggil “ayang” padaku, itu panggilan kesayangan katanya)
Aku lahir di RS. Krakatau Medika Cilegon melalui operasi Sectio Caesaria (SC). Sebabnya, leherku terlilit tali pusar 2 putaran, trus ketuban Bunda dah pecah duluan, selain itu berat badanku kurang dari normal, cuma 2150gr (berdasarkan hasil USG terakhir), menyebabkan resiko persalinan normal menjadi besar. Ditambah lagi, setelah 10 jam ketuban Bunda pecah, ternyata jalan lahirnya baru terbuka 1cm. Jadilah lengkap untuk membuat persalinan normal menjadi sangat beresiko.

Kata Ayah, saat itu Ayah bingung untuk memutuskan, karna kondisinya sangat mendesak. Perlu keputusan CEPAT yang TEPAT.
Klo Ayah dan Bunda, inginnya Aku lahir normal, karna dengan itu Aku bisa langsung ‘kontak dini’ dengan Bunda, dan ASI bunda bisa segera mengalir buat ku. Menurut dokter, bisa saja Bunda melahirkan normal, tapi dengan resiko yang sangat besar, resiko untuk Bunda dan juga buatku. Untuk Bunda tentu rasa sakit yang berlipat, jika diusahakan normal tapi pada akhirnya operasi, buatku, kondisi lahir kemungkinan besar lebih buruk, berdaasarkan kondisi-kondisi yang ada.
Singkat cerita, setelah diskusi dengan dr. Priyono dan dr. Akam (via telp) akhirnya diputuskan untuk melakukan persalinan dengan operasi. Sebelumnya Ayah sempat linglung untuk memutuskan, karna sebenarnya dokter tempat Bunda periksa rutin adalah dr. Akam, sedangkan saat itu dr. Akam sedang di Lampung, dan yang ready adalah dr. Priyono. Jelas aja Ayah linglung, soalnya sempat miss-coomunication dengan dr. Priyono, tapi alhamdulillah Ayah bisa ikhlas, untuk kemudian mempercayakan semua proses persalinan pada tim dokter rumah sakit.

Saat itu suasana jadi haru banget, soalnya Nenek (Mama nya Bunda) takut banget sama yang namanya operasi, jadinya Ayah lagi deh yang kebagian ‘jatah’ untuk menenangkan Nenek, sekaligus memberi pengertian kepada Bunda untuk ikhlas dan kuat untuk lewati operasi. Hanya saja, ternyata Bunda gak bisa menahan diri saat masuk kamar operasi dan ‘berpisah’ dengan Ayah. Padahal tadinya Ayah mau temani Bunda untuk lewati persalinan. Sayangnya pihak rumah sakit tidak membolehkan Ayah untuk menemani Bunda karna persalinan dilakukan dengan operasi.

Jadilah Bunda ‘berpisah’ sambil menangis…Ayah pun mencoba untuk kuat menghadapi kondisi ini…berdo’a dan serahkan semua pada Allah. Ayah sering bilang ma Aku, bahwa Allah itu sayang sama Aku, sayang sama Ayah, juga sama Bunda. Saat itu Ayah bisa kuat karna Ayah juga yakin bahwa Allah gak akan memberi cobaan yang tidak kuat dihadapi oleh Ayah dan Bunda.
.
.
.
.
Proses operasi berlangsung.
Ayah dan Nenek duduk di ruang tunggu, katanya agar mudah dihubungi jika ada perkembangan proses operasi.
.
.
.
.
(Sekitar 20 menit kemudian…ada kereta bayi didorong agak cepat oleh seorang perawat, lalu perawat itu menyapa Ayah..)

“Pak..ini anaknya….!!”

ALHAMDULILLAHIRABBIL ALAMIIN…

Entah apa yg dirasakan Ayah saat itu, yang pasti Ayah langsung mengikuti kereta bayiku dengan langkah cepat dan bersemangat. Tak ketinggalan, senyum syukur terpancar di wajah Ayah.
Subhanallah…walhamdulillaah…wa laa ilaaha illallaah..wallaahu akbar…

Tak lama kemudian, setelah perawat membersihkan tubuhku, lalu diperiksa oleh dr. Ma’as (yang menyatakan bahwa nilai apgar-ku sangat baik), Ayah dengan cekatan menggendong dan memelukku, kemudian menciumku dengan lembut. Lembut tetapi sangat mantap terasa dekapan Ayah. Segera Ayah lantunkan Adzan dan Iqomat. Sederhana suaranya, tapi sangat kental haru, harap dan cinta Ayah kurasakan. Setelah itu tak jelas kurasakan, sayup-sayup kudengar Ayah ucapkan beberapa kalimat padaku. Mungkin ungkapan rasa syukur dan do’a yang disampaikan pada Allah untukku….

Segera setelah ‘sesi khusus’ denganku Ayah kembali ke ruang tunggu. Tentu untuk menunggu perkembangan kabar tentang Bunda yang masih di ruang operasi. Cukup lama Ayah menunggu namun tak ada kabar dari petugas rumah sakit. Padahal proses persalinan sepertinya sudah selesai (itu dalam benak Ayah, Ayah bilang begitu padaku). Tak lama, Ayah melihat dr. Priyono dan bergegas menghampirinya. Dalam kekhawatiran yang cukup besar, ternyata dr. Priyono justru langsung mengantar Ayah dan juga Nenek (yang sedari tadi menangis sedih dan khawatir) menuju ruang recovery pasien operasi. Tak disangka, ada Nenek satu lagi (Mamanya Ayah) yang justru sudah terlebih dahulu bersama Bunda. Ternyata Bunda sudah bisa dikunjungi sejak tadi, hanya saja tidak ada petugas rumah sakit yang menyampaikannya pada Ayah dan Bunda.
Jelas saja, rasa haru, khawatir, senang, takut, bingung dan juga lucu bercampur saat itu. Soalnya Nenek yang satu lagi (mama nya Ayah) yang datang dari Jakarta justru bisa duluan ketemu Bunda, padahal Ayah dan Nenek (mamanya Bunda) hanya berjarak beberapa ruang dengan Bunda. Belum lagi, ternyata ada Om Ihsan juga yang sejak tadi duduk satu ruangan dengan Ayah dan Nenek…..

Ya Allah Yang Maha Kuasa
Ku mohon jagalah Aku dalam genggamanMu
Agar panjang usiaku
Agar sehat ragaku
Agar jernih pikiranku
Agar kuat jasmaniku
Agar tepat ibadahku
Hanya karena Mu…Hanya pada Mu…

———————————————-
Ayah…Bunda…I LOVE YOU SO MUCH……
———————————————-

April 29, 2008 Posted by | Uncategorized | | Leave a comment